My Word, My World

 

Episode 3
“Tak Ada yang Mau Menjadi Joe”

Si Murid misterius itu akhirnya bicara. “Hei, tahukah kau? Aku adalah Dina! Mungkin memang wajahku sedikit berbeda sekarang, tetapi wajahku sekarang hancur! Dan itu karena JOE!” seru murid misterius itu, yang ternyata Dina. “Ma-maafkan aku, Dina!” mohon Joe. Murid lain menyaksikan dengan antusias. Sementara Joe, merasa bahwa sekarang hidupnya memang benar – benar sial. Sebut saja, waktu pertama dia di sekolah ini, guru TK-nya bahkan sampai stress karena kelakuan Joe yang aneh. Dan, di kelas 2, dia bahkan sampai muntah di depan kepala sekolah. Lalu, di musim dingin 2007, saat kami karyawisata, dia hilang sampai semua guru kewalahan mencarinya! Itulah mengapa, ketika semua orang melihat Joe yang tertimpa masalah, mereka berkata : “Joe yang Malang…”
Orang tua Joe memang orang terkenal, dan jika pembaca menyadari, Joe juga terkenal. Terkenal dengan keanehannya. Bahkan, dia pernah datang ke sekolah pk. 08.30! sungguh mengharukan. Mungkin Joe boleh saja lahir di luar negeri, tapi… dengan sifat seperti itu, siapa gerangan mau berteman dengan Joe? Hanya Nesty. Dan kalaupun yang lain dekat dengan Joe, itu hanya terpaksa.
Dina memandan benci ke arah Joe. “Kau akan merasakan pembalasanku!” bentak Dina. Joe yang tidak kuat mengalami cobaan ini menangis tersedu, pergi ke toilet. Joe memang bukanlah anak yang kuat, tidak seperti anak lainnya. Dia sensitif, bahkan saking sensitifnya sampai seperti autis. Setiap ada masalah hanya menangis, berharap pada dirinya sendiri, masuk ke dunianya sendiri, dan lain lain. Sungguh mengharukan. Siapa yang mau menjadi Joe? Tidak ada, kurasa…. Bahkan, ketika suatu saat, dia mendapat kebahagiaan, itu tidak berlangsung lama… Joe memang anak yang kurang beruntung.
Tak terasa, satu jam sudah Joe tidak kembali dari toilet. Semua murid memandang heran. Kecuali Dina. Dia merasa puas. Tanpa disadari, Robert berteriak, “Hei! Joe pingsan!” . Memang Robert baru dari toilet. Mendengar teriakan itu, seluruh kelas menjadi gemuruh. Hal yang tidak beres. Dengan cekatan, Greg berlari menuju toilet laki – laki, disusul Aloy dan Robert. Sampai di sana, mereka memandang tidak percaya, terutama Robert. Terakhir dia melihat Joe, hal itu tidak terjadi.  Dia memandang Aloy dan Greg. “Kau tahu,mungkin orang ini aneh. Tapi, dia tidak pernah mengalami kejadian seaneh ini!” seru Aloy pada keduanya. Di belakang mereka, tampak murid – murid kelas B menyaksikan kejadian aneh ini. Emma, sang ketua kelas menjadi bingung. “Kejadian ini sangat …. Impossible!” serunya. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Joe? Dan, kenapa? Apa tindakan murid kelas B? Tunggu hanya di episode 4 : “Hari yang Sangat Aneh”! See you!

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © This is Life