0

My Word, My World

 
Episode 13 :
“Malam yang Sangat Dingin”

Billy meneteskan air matanya. “Papa!” teriaknya. Semua orang yang ada di situ memandangnya. Sementara itu, air mata terus berlinang. “Kenapa ini terjadi?” tanya Billy. Orang – orang di situ tergerak hatinya untuk membantu. “Ayo, cepat bantu!” kata salah seorang. Mereka membawa Papa Billy ke rumah sakit terdekat. Papanya dalam keadaan gawat. Billy mengambil BlackBerry-nya, dan menelepon ibu. “Bu, cepat pergi ke RS Eurasia!” katanya. “Ada apa, Billy?” tanya ibunya. “Cepat ke sini saja,” kata Billy sambil menangis, lalu mematikan BB-nya. “Adik, tunggulah di luar UGD, ok?” kata suster yang membawa papanya. Billy mengangguk. Dalam hati, dia berharap papanya selamat. Kemudian, terlihat Joe lewat.  “
“Kenapa, Billy?” tanya Joe. “Papaku, Joe!” kata Billy. Joe ternyata sudah sembuh dari tusukan pisau tersebut. “Kenapa papamu?” tanya Joe lagi. “Tertabrak mobil, saat mau menjemputku!”  kata Billy. Joe terkaget. Bagaimana mungkin? Papa Billy yang selalu selamat dari tabrakan, kini tertabrak? “Seperti ada yang mendorong papa,”  kata Billy. Joe hanya menggangguk. Memang sangat kasihan. Kemudian, mama Billy datang. “Billy, apa yang terjadi dengan papa?” tanya Mama Billy cemas. “Papa—tertabrak!” tangis Billy. Joe mengelus badannya. “Astaga!” kata Mama Billy, kemudian menangis.
Suster yang mengantar papa Billy ke UGD keluar. “Kita hanya bisa menunggu. Kesempatan papa Billy untuk hidup hanya sepuluh persen, bu!” kata suster. “Apa?” teriak Mama Billy. “Tapi – tapi…” bantah Mama Billy. “Yang bisa kita lakukan hanya berdoa. ” kata suster sambil pergi. Mama Billy kehabisan akal. Dia menangis tersedu – sedu. “Kenapa ini harus terjadi?” isaknya. Billy hanya menahan air mata. Papanya memang sangat baik. Keadaan papa yang kritis membuatnya putus asa. “Jangan begitu,” kata Joe. Tapi, Billy makin menangis. Apa yang bisa dia lakukan? Tidak ada. Hanya menangis. “Mari kita ke kapel,” ajak Joe.
Kemudian mereka semua berjalan menuju kapel. “Ya Tuhan, berikan pada papa kesempatan untuk hidup lagi, aku masih ingin bersama papa, Amin.” Setelah berdoa, Billy dan keluarganya keluar dari kapel. Saat keluar dari kapel, Billy merasa lebih tenang. Dia merasa, bahwa ayahnya akan hidup.

Kira – kira, apa yang akan terjadi? Tunggu di episode selanjutnya! Jangan lupa, ikuti episode 14 : “Romansa Internet V” dan episode 15 : “Terjebak di Vegas”
See Ya!

0

My Word, My World

 
Episode 12:

“Romansa Internet IV”
Cuplikan Romansa Internet III :
==Emma mengetahui mengapa Manja bisa tahu. Manja ternyata berada di rumahnya, tepat ketika Stevin menelepon Emma. Emma yang kesal menjadi marah – marah pada Manja. Tetapi, hal itu malah membuat ibu Emma menghukum Emma! Wah, apa, ya yang bakal terjadi?==

“Sekarang, Manja. Kamu mau apa? Nonton tivi dulu juga boleh, kok,” ucap Mama Emma. “Emm, nggak, ah Tante. Aku ke sini emang mau ketemu Emma,” jawab Manja dengan manis. “Oh, kalau gitu, ke atas aja. Tunggu di ruang tivi atas, ya. Biar tante panggil Emma,” kata Mama Emma. “Terima kasih, Tante!” jawab Manja dengan manis lagi. Ia naik ke atas, duduk di ruang tivi sambil melihat Facebook di BB-nya. Dia hanya tertawa.
Sementara itu, di kamar, Emma hanya murung. Suatu kejadian yang bukanlah salahnya ditumpahkan baginya. “Emma?” tanya Mamanya. “Ada apa, Ma?” jawab Emma murung. “Kamu jangan gitu, dong!” kata Mamanya. “Tapi Ma-“ seru Emma. “Nggak, Mama gak mau denger lagi omelan kamu. Kamu sudah tidak sopan pada tamu. Jangan sampai, orang tua Manja pikir, kamu nggak pernah diajarin sopan santun sama papa dan mama, Emma!” kata Mamanya. “Tapi, ma, Emma kesal sekali! Manja itu benar – benar menyebalkan! Emma gak seneng!” balas Emma. “Jangan sampai jadi kamu yang bermasalah. Sudah, sekarang keluar dan bertemulah dengan Manja, cepat!” kata Mamanya, seraya pergi. Emma keluar kamar dengan mata sinis. “Oh. Jadi, selamat!” seru Manja. “Mau apa?” bentak Emma.
“Sesuai janji kita, bukan?” seru Manja. “Apa? Kamu minta itu? Nggak akan gue kasih!” kata Emma dengan nada marah. “Oh, gitu ya. Jadi, loe pengen semua orang tahu? Sekarang ini, baru yang online di BBM, YM, dan FB. Nanti, kalau lo gak ngasih, semua orang bakal tahu! Gue kasih tau pake sms, message di FB, twitter, dll! Mau?” seru Manja. “Gak usah ngancem, ya! Sekarang tuh bukan jaman Kartini lagi, sekarang udah bukan jamannya cowo nindas cewe! Sekarang, jamannya gue ngelakuin yang gua mau!” bentak Emma sambil teriak.
Manja hanya tersenyum licik. “Gitu, ya?” ucapnya. “Iya! Jadi terserah gue mau apa! Sekarang jamannya gue ngelakuin yang gue mau!” bentak Emma. “Jadi, sekarang jamannya seorang Emma berkuasa?” tanya Manja licik. “Kasihan, aku hidup di zaman yang salah!” seru Manja. “Iya! Emang! Sekarang, keluar! Gua gak mau tau. Keluar!” seru Emma.  “Gua udah belajar dari buku itu. That book is so helping. Sekarang, gue gak takut sama siapapun, kecuali Tuhan…” seru Emma. “Hmm, gitu ya. Loe bakal tau pembalasan gue, Ma! Dan, jangan lupa. Tiga hari lagi buku itu nggak ada di tangan gue, siap – siap dapet masalah terbesar di hidup loe!” seru Manja seraya keluar.

Astaga, keadaan makin kacau! Apa yang bakal terjadi? Dan, buku apa yang sebenarnya dibahas? Apa masalah utamanya? Internet atau Buku itu? Cari tahu dalam episode 14 : “Romansa Internet V” sekuel terakhir dalam MW2x bagian Romansa Internet. Dan, jangan lupa, episode 13 : “Malam yang Paling Dingin”!
See Ya!

0

My Word, My World

 
Episode 11:
“All About Billy”


Di sekolah, Emma merasa malu. Rasanya ingin sekali menonjok Manja. Kisahnya yang menjadi bahan obrolan di Facebook membuatnya jadi putus asa. Tapi tidak begitu dengan Stevin. Ia merasa biasa – biasa saja. Tidak ada rasa malu dalam hatinya, karena, ia merasa semua itu hanyalah permainan. Bahkan, walaupun dia selalu menjadi bahan gossip, dia tidak pernah merasa terhina karena satu hal : dia menganggap semua ini permainan. Dia pernah digosipkan bersama Billy, Angela, dan banyak lagi. Tapi, dia tidak tersinggung.
Dan, ini adalah kisah tentang Billy:
Billy banyak dianggap sebagai anak yang menyebalkan. Setiap kali dia lewat, hanya Anda dan Vena yang bersamanya. Sebenarnya, Anda tidak terlalu dekat dengan Billy. Billy pernah bertengkar dengan Emma, sehingga mereka bermusuhan, walaupun hanya sebentar. Billy mengejek, menyiksa semua orang. Salah satu teman baiknya, Nia adalah satu – satunya yang sama persis kelakuannya dengan Billy. Billy terutama mengejek Joe. Oh, memang. Tidak ada yang mau jadi Joe!
Kali ini, adalah kejadian yang mengubah hidup Billy selamanya. Hari ini, pelajaran Conversation. Setiap anak diwajibkan maju dan memperkenalkan diri. Saat Billy maju, semua anak perhatiannya tertuju ketika dia mengatakan : “I like play Barbie!”
Seketika itu juga, Aloy dengan lantang berkata : “Wah! Billy the Barbie!” mendengar itu, semua anak tertawa. Nato dengan segera langsung menyahut : “Eh, Billy the Barbie nu tongos!” satu kelas pun tertawa terbahak – bahak, begitu juga Miss Anggi. Billy kesal, dan akhirnya kembali duduk dengan murung. Sejak saat itu, dia selalu dipanggil Barbie tongos! Betapa kesalnya Barbie, eh Billy. Tiap hari dia hanya curhat ke Adeline. Adeline pun mendengarkan dengan sabar. Makin lama, sikap Billy berubah. Dari sikapnya yang menyebalkan sekali, menjadi menyenangkan (walaupun tidak menyenangkan sekali)
Teman teman pun menjadi bersahabat dengan Billy. Ketika pulang sekolah, (ini masih hari ketika Billy belajar conversation) Billy melihat kejadian aneh. Suatu kejadian yang sangat menyeramkan. Kejadian yang membuat semua orang yang melihatnya menangis. Tepat di depan mata Billy.
Hmm, memang apa yang terjadi? Terus ikuti My Word, My World, ya…. Tunggu episode 12 : “Romansa Internet IV” dan jangan lupa ikuti episode 13 : “Malam yang Paling Dingin”
See Ya!
0

My Word, My World

 
Episode 10:
“Ini kan…”

There sampai di rumah. Dia berbaring, kemudian berbalik – balik badan. Lelah, sekali. Dia mengambil BlackBerry-nya, membuka ÜberTwitter. Mulai membuat status. Cape pisan, tulisnya. Kemudian, dia melihat status orang lain. Emmaaaaa. :’(. Hanya seperti itu. Penasaran, There membuat status baru lagi. @emmaaaaa : kenapa, Ma? Tulisnya. Kemudian ia berbaring lagi. “There, ayo makan!” panggi Mama There. “Iya, Mam! Sebentar dulu… mau nonton Phineas and Ferb..” jawab There. “Jangan, ayo turun dan makan!” panggil Mama There. Dengan berat hati, There melepas BB-nya dan mematikan televisi, pergi menuju  meja makan. Dia makan dengan cukup lahap, karena kelaparan. “Memang tadi nggak makan?” tanya Mama There. “Makan, sih… Cuma kan les dulu, Mam. Jadi laper pisan…kata There sambil terus melahap makanannya. Terdengar bunyi BB-nya. “ÜberTwitter,” kata There. “Hmm. Hey, sehabis mandi, kamu boleh nonton Phineas and Ferb. Tapi, setelah itu belajar, lho!” seru Mama There. “Pasti, Mam!” jawab There, sambil pergi menuju kamar mandi.
Sehabis mandi dengar air yang segar, There duduk di depan televisi, kemudian, terdengar bunyi BB-nya. SMS. “Dari siapa, sih?” serunya sambil terus menonton Phineas. Ternyata, sms itu dari Dina. Duh, There! Gimana, dong… gw takut kena masalah tentang si Joe! There membaca SMS Dina. Dia membalas. Ya, mau gimana deui? Udah, kasi tau ja, blg gg sengaja, gt… tulis There, kemudian mengklik tombol send. Dalam hati, There menganggap salah sendiri, pake aneh – aneh aja…
Ketika di tivi Perry sedang melawan Doofensmirth, terdengar bunyi bel. Dengan tidak rela, There membukakan pintu. “Pesananan untuk Theresia Villa,” kata tukang pos. “Terima kasih, pak…” kata There. Paket apa, ya? Ia merobek paket tersebut, dan kemudian bingung. “Ini kan….” Katanya.
Wah, gimana ya? Apa isi paket tersebut? Dari siapa? Tunggu saja! Dan, jangan lupa baca  episode 11 : “All About Billy” dan jangan lupa, baca sekuel kedua terakhir dari Romansa Internet di episode 12 : “Romansa Internet IV”!
See Ya!


0

Kenapa tersinggung?

Para pembaca, di mana pun anda berada, kenapa tersinggung? ini hanyalah cerita fiksi. gak ngerti?
 LOBA PAMOHALANNA, BANYAK BOONG-NYA, GAK BETULAN TERJADI.... HANYA HIBURAN... PENTING LHO! NGERTI, JADI GAK USAH TERSINGGUNG
0

My Word, My World

 
Episode 9
“Romansa Internet III”
Ringkasan episode 8 :
==Emma telah jadian dengan Stevin, tapi ternyata karena suatu kesalahan, dia telah membuat semua orang tahu! Apa yang terjadi, ya?==

Emma bingung. Sementara itu, comment makin banyak. There hanya mengucapkan Selamat!   “Oh!” teriak Emma. Ia ingin menangis. Kemudian, terdengar suara ibunya. “Ma… Emma! Ayo ada yang datang!”. Emma baru sadar, kalau Manja akan datang hari itu. Akhirnya, ia sadar dari mana Manja tahu. Ia berlari turun, dan melihat Manja tersenyum. “SELAMAT!”
Emma berlari, meninggalkan Manja. Sementara Manja terus mengutak atik BlackBerry-nya. Ia terus membalas comment di status Emma. Gw di rumah Emma. Pgn ngucpin selamat doang…. Emma melihat itu di komputernya. Kemudian, terdengar bunyi tanda BBM. Emma melihat, dari There. Selamat, Ma! Tak disangka, kau jadian sama Stevin! Padahal, kan kamu paling benci dia…. Tulis There. THERE!! PLIS DONG…. Gak usah gitu, kali…. Balas Emma. Gak, kok…. Cuma…. Selamat! Balas There. Emma makin terpuruk. Terdengar juga, di BB-nya suara tanda Facebook. Comment status-nya sekarang sudah 45. Salah satunya, Stevin. Duh, Manja…. Lw teh betul – betul manja, ya! >:(  tulis Stevin.
Tapi, begitulah Manja. Dia malah membalas, Aduh, ngebelain nih ye… There juga ikut ikutan Selamat, pada Emma, dan pada Stevin…. Semoga kalian berdua… punya anak dua… tulis There. Comment lain hanya tertulis, Hahaha, J, dan sejenisnya. Aloy juga ikut membalas. Toko mainan Har D’ Har. Khusus Emma dan Stevin. Hahahaha! Tulis Emma.
Sementara di bawah, Manja malah enak – enakan di layani oleh Ibunya Emma. “Thanks, Tante!” seru Manja. Emma makin geram. “HEH! KELUAR LOE! GANGGU AJA! KALAU MAUNYA NGEJEK DOANG, MENDING KELUAR DARI RUMAH GUE!” teriak Emma. Manja hanya tersenyum. Memang, sebenarnya dia tidak sengaja mendengar obrolan Stevin dan Emma di telepon. Tapi, namanya juga Manja. Pasti dia menggangu. Ibu Emma yang mendengar menegur Emma. “Tapi, ma?” seru Emma. “Emma, kau dihukum. BlackBerry dan Laptop-mu mama sita. Sekarang, pergi ke kamar, dan tidur!” seru Mama Emma. Manja hanya tersenyum licik.

Kira – kira, apa yang akan dilakukan oleh Mama Emma untuk Manja? Tunggu aja di episode 12 : “Romansa Internet IV” dan jangan lupa, baca juga episode 11 : “All about Billy”!
See YA!
0

Hanya Fiksi

Pembaca, perlu diketahui cerita - cerita dalam MY WORD, MY WORLD hanyalah fiksi. jadi, tidak perlu merasa gimana........ gitu.... ENJOY!
0

My Word, My World

 
Episode 8 :
“Romansa Internet II”

Cuplikan adegan sebelumnya:
==Emma dan Stevin sedang chatting, awalnya Stevin yang mengatakan Emma darling, dan berlanjut, sampai akhirnya Stevin berkata pada Emma wo ai ni, yang artinya Aku Sayang Kamu==

Emma bingung.  Apa yang Stevin tulis? Sebenarnya, dia tidak terlalu mengerti. Dia berlari, mengambil kamus. Sementara itu, Stevin berpikir demikian:  Emma mengerti, sepertinya. Sementara itu, apa yang harus dia lakukan? Membalas, atau menunggu sampai Stevin membalas? Setelah beberapa menit, dialah yang membalas. Stevin, aku ngerti apa yang kamu tulis itu. Wo ai ni, isn’t it right? I know what’s that mean… dan… Wo ai ni too… tulis Emma. Emma menggetar, gembira, dan teriak : “YES!!!” ibunya yang melihat terkaget. “Ada apa, Ma?” tanya Ibunya. “TIdak, kok Ma!” seru Emma gembira. J tulis Emma di YM-nya. Thank you! I love you so…. Much! Emma menulis lagi. J Stevin hanya membalas dengan emotion itu.
Emma berlari naik ke atas, ke kamarnya. Ia membuka laptopnya, memasang modem, dan mengklik Connect. Ia membuka halaman Facebook dan menulis : Yes, yes, yes! Setelah itu, dia mengklik tulisan Share. Stevin meneleponnya. “Jadi, bagaimana? Kau terima?” tanya Stevin. “Dengan sepenuh hati!” jawab Emma.  Emma menoleh halaman Facebook-nya. Segera, 27 orang langsung meng-comment. “Wah, ini menyenangkan!” seru Emma.
Ia melihat satu per satu comment itu, dan terkejut melihat comment terakhir. Comment yang ditulis oleh Manja. Rasanya, ia mau pingsan.
Eh, gw tau… low baru jadian ama si Stevin, kan? Gw tau itu…. Hahaha! Selamat, ya… tulis Manja. Emma menjadi takut setengah mati. Ia bingung, sebenarnya apa yang digunakan Manja sehingga tahu? Ia pusing tujuh keliling.
Mau tahu kelanjutannya? Ikuti terus My Word, My World! Dijamin seru, kan? Tunggu episode 9 : “Romansa Internet III”! dan terus ikuti episode 10 : “Ini kan…” jadi, jangan lupa ya…


0

My Word, My World

 
Episode 7:
“Surprise! This is for you!”



Greg terkaget. Di rumahnya, ternyata semua temannya datang. Rumahnya memang kecil, tetapi tidak ada yang kompromi.  “Selamat ulang tahun!” seru teman – temannya. Greg merasa terharu. Apalagi, Aloy sendiri yang merencanakannya. Bahkan, Jonathan yang tadi bersama dia sampai duluan.
Kemudian, mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan Greg meniup lilin di kue tartnya. Setelah itu, mereka menyantap makanan yang dipesan dari tiga restoran : Hoka Hoka Bento, Pizza Hut, dan Kentucky Fried Chicken. “Ini ulang tahun terhebat buatku!” seru Greg senang.
Setelah itu, dia terduduk. Semua temannya sudah pulang, kecuali Aloy. Dia ikut membersihkan sisa pesta. “Happy Birthday, Ya!” seru Aloy. Greg tersenyum. “Thank you…” jawab Greg. Setelah selesai membersihkan sisa pesta, Aloy pulang. Greg terduduk di kamarnya. Dia mengambil handphone-nya, mulai mengetik sesuatu. Thank you buat hadiahnya, ya…. GBU! Setelah itu, dia menuliskan nomor Jane. Dan mengirimkannya. Memang, dari semuanya, hanya Jane yang member hadiah. Jadi malu Greg dibuatnya. Ia membuka hadiah dari Jane. Sebuah buku tulis dengan warna biru dan gambar mobil. “Kesukaanku,” gumam Greg. Ada pesan di situ!
Happy Birthday,
Happy Birthday,
God Bless You!
With love[1],
Jane
Greg hanya tersenyum, dan berbaring. Sementara itu, di lain tempat, dua orang sedang beromansa…. Saling berpikir, saling memperbaiki, saling melihat mata cinta mereka….. tunggu di episode 8 : “Romansa Internet II”



[1] With love dalam cerita ini maksudnya dengan senang hati dari Jane.
0

Hai Hai....

Halo pembaca setia My Word My World (mw2x) terima kasih,ya... udah baca... Bagaimana pendapat kalian?? semoga bagus ya.... Terus ikuti.... TKSH!
0

My Word, My World

 
Episode 6:
“Greg adalah Greg, bukan Orang Lain!”
Monolog : *masih ingat dengan Romansa Internet? Nah, cerita itu akan dilanjutkan di episode khusus, Romansa Internet 2, tunggu aja ya…*

Greg. Seorang muda yang kurang memiliki pendirian. Ia bisa mengikuti dengan baik. Bahkan, kadang dia hanya bisa mengikuti. Tetapi, itulah setiap orang. Memiliki perbedaan yang tidak dimiliki orang lain.
Greg adalah salah satu dari sedikit anak laki – laki yang antusiasnya tinggi dan pintar. Sebut saja Renaldi, Stan, Aloy, Robert, dan Jonathan. Mereka adalah anak – anak yang dipandang baik oleh guru – guru. Tapi, kelemahan. Setiap orang memiliki kelemahan. Kelemahan Greg terlihat jelas dalam kejadian ini:
Hari ini, semua anak diminta untuk membuat gambar. Semua anak berusaha mendesain dengan baik sehingga mendapat hasil yang baik. Greg terus berusaha untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi, dia merasa tidak puas. Ada kekurangan dalam gambarnya. Oleh karena itu, dia melihat karya Aloy, yang kebetulan disebelahnya. Dia juga melihat gambar  Chiquita. Memang mereka lebih bagus, oleh karena itu, Greg mengikutinya. Hasilnya… perpaduan yang baik. Aloy yang tidak suka ditiru merasa ini kesalahan. “Ih, kamu ngikutin gambar aku!” seru Aloy. “Gak, ya…” jawab Greg. Akhrinya, terjadi perang mulut. Aloy yang tidak suka ditiru dan Greg yang suka meniru akhirnya bertengkar, padahal mereka sahabat baik. Pulang sekolah, tidak seperti biasanya, mereka tidak bermain. Biasanya, Aloy dan Greg bermain bersama sepulang sekolah. Tetapi, sekarang tidak. Jonathan yang merasa prihatin, akhirnya mendatangi Greg.
“Greg, kau tahu? Kau adalah Greg, bukan Aloy! Hasil karyamu bisa lebih baik, asalkan kau bekerja sendiri, Greg. Ingat, Greg adalah Greg, bukan orang lain!” seru Jonathan. Greg yang merasa terharu menjabat tangan Jonathan. “Thanks, ya…” seru Greg. “Sama – sama, tak masalah!” seru Jonathan.
Akhirnya, Greg pulang dengan hati yang plong. Ketika sampai di depan pintu gerbang komplek rumahnya, ia dikagetkan dengan sesuatu.
Kira – kira, apa ya? Apakah itu berbahaya? Atau tidak? Tunggu saja di episode 7 : “Surprise! This is for You!” dan jangan lupa, tunggu episode “Romansa Internet II”! jangan ketinggalan! Terus ikuti My Word, My World!
0

My Word, My World

 
Episode 5
“Romansa Internet”

Hari yang melelahkan bagi Emma. Sampai di rumah, ia langsung lari ke kamarnya, dan berbaring. Ia memikirkan nasib Joe, dan, ya… akhirnya tertidur. Hari itu pukul 18.00, ketika  Emma terbangun. Rasanya badannya segar sekali. Ia berlari ke ruang makan, sambil memegang BlackBerry-nya. Ia segera membuka aplikasi Yahoo Messenger-nya, dan memasukkan e-mailnya. emma_mama@yahoo.com, tulisnya, dan ia juga menuliskan passwordnya. Sambil menunggu YM sedang loading, Emma menyantap sayur seaweed kesukaannya. “Bagaimana rasanya?” tanya Ibunya. “Enak, ma!” kata Emma dengan mulut penuh. Saat dia melihat ke BlackBerry-nya, ternya account-nya sudah sign in. Sambil makan, dia menggerakkan trackball BlackBerry, mencari seseorang. Ketemu. Namanya, stevin_som. Ia mengklik account itu, sambil menyuap sayur seaweed-nya. Ternyata, Stevin telah lebih dulu mengajaknya chat.
Hai cantik! tulis Stevin. Emma kaget, tetapi dengan tersipu, dia membalas : Apa? >:(?  Sebenarnya, Emma tidak bermaksud menulis itu, tetapi, itu sudah kebiasaannya. Ngak, kok.. balas Stevin. Emma yang sedang makan tidak membalas chat itu, dia kembali makan. Setelah dia selesai makan, baru dia duduk di sofa rumahnya dan membalas chatting Stevin.
Hei, bolehkah aku tau, Darling?  tanya StevinWhat? balas Emma. Ih,, sok Inggris deh… emang lw saha? Manggil gw darling…. Wuek… tulis Emma. Yeah, I’m sorry… tulis Stevin. Eh, emangnya…. Kau suka sama siapa?? Tanya Stevin. Is it your problem? Balas Emma. Stevin  geram. Yah, walaupun dia bisa berbahasa Inggris, dia jarang menggunakannya. No, I just want to know?  Tulis Stevin . Hahaha! :D! Balas Stevin. Why you laugh?  tulis Emma. Ya, ya… emang kenap? Kenapa kau menanyai aku tentang itu? Tanya Emma. Melihat itu, Emma menjadi kaget. Ia berkeringat. Apa yang harus dia tulis? Berusaha pakai bahasa lain! Cari! Bahasa yang Stevin tidak mengerti! Tapi, otaknya tidak dapat berpikir. Emm, wo ai ni… balas Stevin. Bahasa Mandarin. Kuharap dia tidak mengerti, batin Emma. Ternyata, Wow…. I don’t believed this happen… tulis Emma. “DIA MENGERTI!!!!” teriak Emma.  Kira – kira, apa yang bakal terjadi ya?? Apakah Emma mengerti? Dan, sebenarnya, apa perasaan Stevin terhadap Emma? Terus baca aja deh, biar gak usah penasaran di My Word, My World. Oh, ya… mau bocoran episode 6? Judulnya adalah “Greg adalah Greg, bukan Orang Lain!”

0

My Word, My World

 
Episode 4:
“Hari yang Sangat Aneh”

Emma akhirnya berbicara. “Semuanya, mundur!” Joe tampak pingsan, dengan sekujur tubuh yang basah, dan ada sedikit cairan merah disekelilingnya. “Apa yang ter-“ seru Jane. Melihat itu, Dina berlari menjauh. Ada yang aneh dengan Dina. “Robert, cepat kau panggil Bu Nadine!” teriak Angela. Robert dengan sigap berlari menuju kantor guru, sementara yang lain berusaha mengangkat Joe. Billy memandang dengan jijik. Malang bagi mereka, semua guru sedang rapat. “Oh, ini sangat aneh!” mereka menangkat Joe, membawanya ke UKS. Tetapi, UKS terkunci. “Yah, ini adalah hari terburuk kita!” sementara itu, darah makin bermunculan di tubuh Joe. Adik kelas yang melihat berlari menjauh.
“Oh, Joe! Betapa malangnya engkau!” seru Adel. Nato melihat dengan cemas. Tidak ada yang dapat membantu. Akhitnya, ia mendapat ide. “Emma! Gunakan daun ini sebagai alternative! Cepat!” teriak Nato. Mereka mencuci luka Joe, kemudian menutupnya dengan daun tersebut. Sementara itu, Greg dan Robert terus mengetuk pintu ruang guru, ingin menyelamatkan Joe. “Covix! Kau larinya cepat, bukan? Cepat panggil petugas TU!” teriak Chiquita. Tapi, tak ada guna. TU tutup. “Ini aneh,” seru Chris. “Ya, Betul!” sambung Kezia. Kemudian, semua anak kelas A,B,C turun melihat kejadian seru Joe.
Setelah meneliti beberapa saat, akhirnya Bella tahu penyebabnya. Ternyata, makanan krim yang dipegang oleh Dina masih panas, dan di piring itu ada pisau! Dan ketika Joe menabrak Dina, tentu badan Joe terkena krim panas dan tertusuk pisau. Beberapa anak menjadi takut, dan lari. Tinggal DA dan SPOG yang tinggal.
Setelah berusaha, akhirnya semua anggota DA dan SPOG berhasil membuat guru menghentikan rapat mereka. Ibu Ria dengan marah membentak mereka, tapi sebelum dia marah, Aloy sudah membantah, “Joe tertusuk pisau dan lukanya kena krim panas!” Dina yang menyaksikan kejadian tersebut lari, kembali ke kelas dengan perasaan takut.
Sementara semua guru sedang berusaha mengobati Joe, sekarang, Dina yang hilang. Hanya Emma dan Gina yang menyadarinya. Sesuatu yang sangat aneh sudah terjadi, di hari yang sama. Dina memang misterius. Dari tampangnya, wajahnya menampakkan ketakutan. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Dina? Tetapi, hal tentang Dina berhenti ketika mereka menyadari, bahwa hari mulai sore dan hujan turun dengan deras. Hari yang aneh pasti akan berakhir, batin Aloy. Mereka semua pergi, kembali menuju rumah masing – masing. Mereka begitu lelah. Sampai di rumah, mereka segera tidur. Esok, petualangan yang lebih menegangkan akan terjadi, petualangan romansa, yang dimulai dari dunia maya : internet, tepatnya Chatting. Apakah yang dibicarakan? Tunggu saja di episode ke 5 : “Romansa Internet” jangan lupa terus baca fiksi online ini, ya….
My Word, My World!



0

My Word, My World

 

Episode 3
“Tak Ada yang Mau Menjadi Joe”

Si Murid misterius itu akhirnya bicara. “Hei, tahukah kau? Aku adalah Dina! Mungkin memang wajahku sedikit berbeda sekarang, tetapi wajahku sekarang hancur! Dan itu karena JOE!” seru murid misterius itu, yang ternyata Dina. “Ma-maafkan aku, Dina!” mohon Joe. Murid lain menyaksikan dengan antusias. Sementara Joe, merasa bahwa sekarang hidupnya memang benar – benar sial. Sebut saja, waktu pertama dia di sekolah ini, guru TK-nya bahkan sampai stress karena kelakuan Joe yang aneh. Dan, di kelas 2, dia bahkan sampai muntah di depan kepala sekolah. Lalu, di musim dingin 2007, saat kami karyawisata, dia hilang sampai semua guru kewalahan mencarinya! Itulah mengapa, ketika semua orang melihat Joe yang tertimpa masalah, mereka berkata : “Joe yang Malang…”
Orang tua Joe memang orang terkenal, dan jika pembaca menyadari, Joe juga terkenal. Terkenal dengan keanehannya. Bahkan, dia pernah datang ke sekolah pk. 08.30! sungguh mengharukan. Mungkin Joe boleh saja lahir di luar negeri, tapi… dengan sifat seperti itu, siapa gerangan mau berteman dengan Joe? Hanya Nesty. Dan kalaupun yang lain dekat dengan Joe, itu hanya terpaksa.
Dina memandan benci ke arah Joe. “Kau akan merasakan pembalasanku!” bentak Dina. Joe yang tidak kuat mengalami cobaan ini menangis tersedu, pergi ke toilet. Joe memang bukanlah anak yang kuat, tidak seperti anak lainnya. Dia sensitif, bahkan saking sensitifnya sampai seperti autis. Setiap ada masalah hanya menangis, berharap pada dirinya sendiri, masuk ke dunianya sendiri, dan lain lain. Sungguh mengharukan. Siapa yang mau menjadi Joe? Tidak ada, kurasa…. Bahkan, ketika suatu saat, dia mendapat kebahagiaan, itu tidak berlangsung lama… Joe memang anak yang kurang beruntung.
Tak terasa, satu jam sudah Joe tidak kembali dari toilet. Semua murid memandang heran. Kecuali Dina. Dia merasa puas. Tanpa disadari, Robert berteriak, “Hei! Joe pingsan!” . Memang Robert baru dari toilet. Mendengar teriakan itu, seluruh kelas menjadi gemuruh. Hal yang tidak beres. Dengan cekatan, Greg berlari menuju toilet laki – laki, disusul Aloy dan Robert. Sampai di sana, mereka memandang tidak percaya, terutama Robert. Terakhir dia melihat Joe, hal itu tidak terjadi.  Dia memandang Aloy dan Greg. “Kau tahu,mungkin orang ini aneh. Tapi, dia tidak pernah mengalami kejadian seaneh ini!” seru Aloy pada keduanya. Di belakang mereka, tampak murid – murid kelas B menyaksikan kejadian aneh ini. Emma, sang ketua kelas menjadi bingung. “Kejadian ini sangat …. Impossible!” serunya. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Joe? Dan, kenapa? Apa tindakan murid kelas B? Tunggu hanya di episode 4 : “Hari yang Sangat Aneh”! See you!

0

My Word, My World

 

Episode 2
“Murid – Murid Kelas B”
Yah, esoknya, anak yang ditunggu itu datang. Anak misterius memang. Dan, saat melihat Joe, matanya menjadi seram. “Apa, Joe?” tanyanya suram. Joe hanya tersenyum, seperti biasanya. Bel berbunyi. Pelajaran pertama dimulai, pelajaran Ibu Ria. Namanya boleh saja Ria, tapi wajahnya sama sekali tidak ria. Uh, semua murid mengeluh. Terutama si anak misterius. Bahkan, ia belum menyebutkan namanya! Hanya terdiam, dan mengeluh tentang Joe, tentang sekolah ini, tentang segalanya. Bahkan Jonathan yang adalah murid baru tidak seperti itu. Saat Bu Ria memulai pelajarannya, semua anak makin malas. Terutama Anda. Bu Ria memang terkenal kejam. Tapi, tidak ada yang dapat kita lakukan, kecuali mengikuti pelajaran.
Sesudah istirahat, pandangan Aloy dan Greg tertuju pada Joe. Ya, seperti pengembara yang berada di padang gersang. Sendiri, tidak punya teman, kecuali Nesty. Nesty adalah murid kelas A, yang ketua kelasnya adalah Gina. Ada yang aneh dengan Gina, Bella, Marcella, Lia, Anda dan Angela, serta Stella. Diam – diam, mereka seperti memiliki hubungan khusus. Hanya Aloy dan Greg yang tahu. DA. Kelompok mereka.
Tapi, pembaca. Jangan hanya berpikir tentang perempuan. Laki – laki juga memiliki kelompok, SPOG. Terdiri dari Ian, Kristo, Greg, Aloy, Widjaja, dan Putra. Tapi, dari semua anggota kelompok SPOG… sepertinya perkumpulan ini tak bertahan lama…
Bel istirahat berakhir. Kemudian, si anak misterius yang sedang membawa makanan krim tersebut tidak sengaja tertabrak oleh Joe dan…
___BERSAMBUNG___
Apa yang terjadi, ya? Tunggu di Episode 3 : “Tidak ada yang mau jadi Joe!”
Jangan lupa… terus tunggu
My Word, My World!
0

My Word, My World

 

Episode 1
(Kisah ini menceritakan kisah kami semua…. Selamat membaca!)
“Ya… Begitulah!”
Hai, salam kenal. Selamat menikmati cerita ini. Oh, ya. Jangan lupa. Jika kalian membaca cerita ini, sediakan popcorn dan soda, ya…. Karena ceritanya seru……….. sekali! Selamat membaca!

Greg memandang ke kiri dan ke kanan. Dia mencari namanya di daftar absen. “Duh, namaku ada gak seeh?” batin Greg. Setelah sepuluh menit mencari, ternyata namanya berada di kelas B. “Untunglah ada,” Ia lalu masuk ke kelas itu. Kelas itu tertata rapi, dan dia mencari bangku. “Hei, Aloy!” sapanya pada Aloy. “Greg, senangnya kita sekelas!” seru Aloy. Tampak juga di sana Nato, Manda, Anto, Widjaja, Billy, Adel, Maria, Stevin, Mikael, Robert, Shena, Angela, Calista, Joe, Jojo, Lia, Chris, Kezia, Gery, Chandra, Covix, Juliani, Anda, Stella, Cecilia, Chiquita, Ardha, Jane, Tika, Cia, There, Jonathan, Nesya, dan Putra. Ada seorang lagi, yang terlihat seperti terlambat. Tapi, kapan? Tidak ada yang tahu misteri itu. Tak terasa, bel sudah berbunyi. Semua murid berupacara. Upacara pertama ini saaaangat lama, karena ada penyambutan murid baru dan lain – lain. Akhirnya, sampai juga pada akhir upacara. Semua anak kembali ke kelas masing – masing. Wali kelas kami adalah Miss Nadine, seorang guru IPA, yang menurut beberapa murid cantik. Miss Nadine atau Bu Nadine selalu mengajar dengan penuh kasih sayang, selalu. Bahkan, ia rela berkorban bagi kelasnya. Sejenak Bu Nadine bingung. Ada satu anak yang tidak hadir dalam hari pertama ini. Tetapi siapa? Nakalkah dia? Tak ada yang tahu. Kemudian, Bu Nadine kembali kepada penjelasannya. Ya, Begitulah awal dari kami, awal persahabatan kami…. Jangan lupa, baca Episode 2! Kira – kira, siapa murid misterius itu? Nakalkah dia? Dan, ada hubungan apa antar anak – anak kelas B? Tunggu saja di Episode 2 : “Murid Kelas B!” See You!

Cuplikan:
Murid misterius itu datang esoknya. Ternyata, dia memiliki hubungan yang tidak baik dengan Joe. Bahkan, semua murid kelas B juga! Joe tentu merasa sangat terpukul. Dan, diantara murid – murid kelas A, B, C terdapat sebuah kelompok teman. Hmm, penasaran? Tunggu aja di ep. 2!

Ada lagi, lho…. Tunggu aja di sini atau klik:
 See ya!
0

0

DARI MAMA

Efraim adalah anak sulung kami, ia lahir pada tanggal 21 Januari 1998. Kata orang, orang yang lahir setelah tanggal 20 januari adalah calon orang-orang sukses. Kami, mama papanya, berdoa tentu Efraim pun dapat menjadi orang sukses. Bukan saja sukses secara materi tetapi juga dalam hal emosi dan religi.

Kami bersyukur Efraim ternyata memiliki kualitas yang baik sebagai seorang kakak. Ia memiliki dua orang adik perempuan, Angel (8 tahun) dan Rebecca (2 tahun). Kepedulian dan kasihnya pada adik-adiknya ia tunjukkan melalui berbagai macam cara, misalnya mengajar Angel yang saat ini baru di bangku kelas 1 SD atau menemani Rebecca bermain. Meskipun demikian, emosinya masih labil tetapi ini dapat dimaklumi namanya juga anak yang sedang bertumbuh.

Efraim juga punya kualitas iman yang baik untuk anak seumurnya. Ia rajin membaca Alkitab, melakukan saat teduh dan berdoa rosario. Tentu ini membesarkan hati kami orangtuanya mengingat jaman sekarang pengaruh dunia bisa sangat membahayakan anak-anak. Kami berdoa semoga dengan usianya yang masih sangat muda, Tuhan menjagai dari segala hal yang membahayakan iman dan dirinya.

Terakhir, mama ingin memberikan satu pesan pada Efraim yaitu belajarlah dari filosofi nyamuk. Nyamuk jika sudah kenyang biasanya dia kepayahan membawa terbang tubuhnya, akhirnya ia sangat rentan untuk dimatikan. Hal ini memberikan pelajaran pada kita bahwa jika kita sudah sangat berkecukupan kita tidak boleh menyimpannya hanya untuk diri kita sendiri sebab kita akan seperti nyamuk rentan untuk mencapai kematian, bisa melalui penyakit (misalnya karena kita terlalu serakah makan minum yang berbahaya bagi tubuh); melalui kekuatiran (karena kebanyakan harta kuatir diambil atau dicuri orang akhirnya stress berkepanjangan).
 
Copyright © This is Life